Rabu, Desember 24, 2008

Ibu, I Miss You So Much

Semua orang tau kalau tanggal 22 Desember adalah hari ibu, begitupun aku, tak lupa aku sms mamaku untuk mengucapkan selamat hari ibu, "selamat hari ibu ya ma, terima kasih atas segala yg mama berikan untuk kami anak-anak mama, I love u mom.." 




Gak harus di hari ibu, hari-hari lainpun di setiap harinya kita wajib menyayangi ibu kita, yg telah dengan susah payah mengandung dan merawat kita, yang dengan penuh kasih sayang membesarkan dan  mengajar anak-anaknya.

Pagi ini seperti biasa sebelum memulai aktivitas di kantor aku membuka buka email, seorang teman mengirimiku email yg judulnya, "ibu, i miss u so much.." sebenarnya udah cukup lama aku pernah membaca cerita ini di email, tapi aku menerima lagi kiriman yg sama dari teman yg berbeda. Ceritanya cukup menarik, betapa doa seorang ibu akan sangat besar efeknya bagi kehidupan sang anak.

Waktu pertama kali membaca tulisan itu, aku gak pernah tau siapa penulisnya, ternyata subhanallah, aku bertemu langsung dengan sang empunya cerita pada saat pembekalan motivasi di kantor kami, dialah Jamil Azzaini, Senior Trainer dan penulis buku Best Seller KUBIK LEADERSHIP. Di akhir motivasinya dia bercerita tentang pengalamannya saat kecil, waktu itu baru aku sadar bahwa dialah penulis cerita di email itu, berikut ceritanya.. 

Hukum kekekalan energi dan semua agama menjelaskan bahwa apapun yang kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita. Apabila kita melakukan energi positif atau kebaikan maka kita akan mendapat balasan berupa kebaikan pula. Begitu pula bila kita melakukan energi negatif atau keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa keburukan pula. Kali ini izinkan saya menceritakan sebuah pengalaman pribadi yang terjadi pada 2003.

Pada September-Oktober 2003 isteri saya terbaring di salah satu rumah sakit di Jakarta . Sudah tiga pekan para dokter belum mampu mendeteksi penyakit yang diidapnya. Dia sedang hamil 8 bulan. Panasnya sangat tinggi. Bahkan sudah satu pekan isteri saya telah terbujur di ruang ICU. Sekujur tubuhnya ditempeli kabel-kabel yang tersambung ke sebuah layar monitor.

Suatu pagi saya dipanggil oleh dokter yang merawat isteri saya. Dokter berkata, "Pak Jamil, kami mohon izin untuk mengganti obat ibu". Sayapun menjawab "Mengapa dokter meminta izin saya? Bukankan setiap pagi saya membeli berbagai macam obat di apotek dokter tidak meminta izin saya" Dokter itu menjawab "Karena obat yang ini mahal Pak Jamil." "Memang harganya berapa dok?" Tanya saya. Dokter itu dengan mantap menjawab "Dua belas juta rupiah sekali suntik." "Haahh 12 juta rupiah dok, lantas sehari berapa kali suntik, dok? Dokter itu menjawab, "Sehari tiga kali suntik pak Jamil".

Setelah menarik napas panjang saya berkata, "Berarti satu hari tiga puluh enam juta, dok?" Saat itu butiran air bening mengalir di pipi. Dengan suara bergetar saya berkata, "Dokter tolong usahakan sekali lagi mencari penyakit isteriku, sementara saya akan berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar penyakit istri saya segera ditemukan." "Pak Jamil kami sudah berusaha semampu kami bahkan kami telah meminta bantuan berbagai laboratorium dan penyakit istri Bapak tidak bisa kami deteksi secara tepat, kami harus sangat hati-hati memberi obat karena istri Bapak juga sedang hamil 8 bulan, baiklah kami akan coba satu kali lagi tapi kalau tidak ditemukan kami harus mengganti obatnya, pak." jawab dokter.

Setelah percakapan itu usai, saya pergi menuju mushola kecil dekat ruang ICU. Saya melakukan sembahyang dan saya berdoa, "Ya Allah Ya Tuhanku... aku mengerti bahwa Engkau pasti akan menguji semua hamba-Mu, akupun mengerti bahwa setiap kebaikan yang aku lakukan pasti akan Engkau balas dan akupun mengerti bahwa setiap keburukan yang pernah aku lakukan juga akan Engkau balas. Ya Tuhanku... gerangan keburukan apa yang pernah aku lakukan sehingga Engkau uji aku dengan sakit isteriku yang berkepanjangan, tabunganku telah terkuras, tenaga dan pikiranku begitu lelah. Berikan aku petunjuk Ya Tuhanku. Engkau Maha Tahu bahkan Engkau mengetahui setiap guratan urat di leher nyamuk. Dan Engkaupun mengetahui hal yang kecil dari itu. Aku pasrah kepada Mu Ya Tuhanku. Sembuhkanlah istriku. Bagimu amat mudah menyembuhkan istriku, semudah Engkau mengatur milyaran planet di jagat raya ini."

Ketika saya sedang berdoa itu tiba-tiba terbersit dalam ingatan akan kejadian puluhan tahun yang lalu. Ketika itu, saya hidup dalam keluarga yang miskin papa. Sudah tiga bulan saya belum membayar biaya sekolah yang hanya Rp. 25 per bulan. Akhirnya saya memberanikan diri mencuri uang ibu saya yang hanya Rp. 125. Saya ambil uang itu, Rp 75 saya gunakan untuk mebayar SPP, sisanya saya gunakan untuk jajan.

Ketika ibu saya tahu bahwa uangnya hilang ia menangis sambil terbata berkata, "Pokoknya yang ngambil uangku kualat... yang ngambil uangku kualat..." Uang itu sebenarnya akan digunakan membayar hutang oleh ibuku. Melihat hal itu saya hanya terdiam dan tak berani mengaku bahwa sayalah yang mengambil uang itu.

Usai berdoa saya merenung, "Jangan-jangan inilah hukum alam dan ketentuan Yang Maha Kuasa bahwa bila saya berbuat keburukan maka saya akan memperoleh keburukan. Dan keburukan yang saya terima adalah penyakit isteri saya ini karena saya pernah menyakiti ibu saya dengan mengambil uang yang ia miliki itu." Setelah menarik nafas panjang saya tekan nomor telepon rumah dimana ibu saya ada di rumah menemani tiga buah hati saya. Setelah salam dan menanyakan kondisi anak-anak di rumah, maka saya bertanya kepada ibu saya "Bu, apakah ibu ingat ketika ibu kehilangan uang sebayak seratus dua puluh lima rupiah beberapa puluh tahun yang lalu?"

"Sampai kapanpun ibu ingat Mil. Kualat yang ngambil duit itu Mil, duit itu sangat ibu perlukan untuk membayar hutang, kok ya tega-teganya ada yang ngambil," jawab ibu saya dari balik telepon. Mendengar jawaban itu saya menutup mata perlahan, butiran air mata mengalir di pipi.

Sambil terbata saya berkata, "Ibu, maafkan saya... yang ngambil uang itu saya, bu... saya minta maaf sama ibu. Saya minta maaaaf... saat nanti ketemu saya akan sungkem sama ibu, saya jahat telah tega sama ibu." Suasana hening sejenak. Tidak berapa lama kemudian dari balik telepon saya dengar ibu saya berkata: "Ya Tuhan pernyataanku aku cabut, yang ngambil uangku tidak kualat, aku maafkan dia. Ternyata yang ngambil adalah anak laki-lakiku. Jamil kamu nggak usah pikirin dan doakan saja isterimu agar cepat sembuh." Setelah memastikan bahwa ibu saya telah memaafkan saya, maka saya akhiri percakapan dengan memohon doa darinya.

Kurang lebih pukul 12.45 saya dipanggil dokter, setibanya di ruangan sambil mengulurkan tangan kepada saya sang dokter berkata "Selamat pak, penyakit isteri bapak sudah ditemukan, infeksi pankreas. Ibu telah kami obati dan panasnya telah turun, setelah ini kami akan operasi untuk mengeluarkan bayi dari perut ibu." Bulu kuduk saya merinding mendengarnya, sambil menjabat erat tangan sang dokter saya berkata. "Terima kasih dokter, semoga Tuhan membalas semua kebaikan dokter."

Saya meninggalkan ruangan dokter itu.... dengan berbisik pada diri sendiri "Ibu, I miss you so much."

Jumat, Desember 19, 2008

Indahnya Berbagi Cerita

Berbagi cerita itu memang menyenangkan, apalagi bila berbagi cerita dengan teman-teman senasib, bisa mengurangi rasa yang membuncah di dada akibat penantian yg belum kunjung datang.

Akhir-akhir ini, tepatnya 2 bulan belakangan ini aku punya kebiasaan baru, rajin membuka website www.weddingku.com (WK), awalnya gak sengaja ketemu site ini, waktu mencari nama seorang dokter di mesin pencari google aku mengklik sebuah website yang menyebut nama doker yang aku cari. Ternyata disitu ada diskusi tentang kehamilan, aku tertarik dan terus membaca diskusi dan sharing yang ada disitu. Awalnya cuma membaca sharing or curhatan tapi lama-lama aku jadi tertarik untuk ikut join di forum diskusi itu. Berbagai macam topik diskusi yg disajikan, namun aku lebih memilih diskusi ttg pregnancy and parenting yg ada disitu, mulai dari kehamilan, masalah2 kehamilan, cara merawat bayi, dokter-dokter bagus yg direkomendasiin oleh mereka-mereka yg udah hamil, ada juga topik tentang terapi akupuntur untuk kehamilan, apa-apa yang dirasakan selama kehamilan dan curhatan dari teman-teman yg telah menikah namun belum kunjung hamil.

Berbagai cerita yg diungkapkan teman-teman disitu, ada yang sedih karna terus ditanyain oleh mertua dan sodara-sodara kenapa kok belom hamil juga padahal usia pernikahan udah lebih dari 5 tahun, ada yang belom bisa hamil karna ada masalah dengan rahim, tuba yg mampet, ACA yang tinggi, PCO, ada yg udah insem berkali-kali namun gagal terus, ada yg baru insem sekali tapi berhasil hamil, ada yang berencana akan program bayi tabung. Termasuk aku, menjelang usia pernikahan kami yang kelima, belum ada tanda-tanda kalau kami akan mendapat momongan, doa terus kami panjatkan memohon kepada Yang Maha Kuasa untuk segera mendapatkan apa yg menjadi keingingan setiap keinginan pasangan yg menikah, yaitu memiliki anak.

Di tahun pertama dan kedua pernikahan kami aku masih nyantai kendati belum hamil, memasuki tahun ketiga baru sadar kenapa kok belom juga, akhirnya mulai ke dokter, tapi waktu itu ke dokternya jg cuma sekali-sekali, kalo pas niat aja ke dokter, gak dirutinkan. Udah beberapa kali pindah dokter karna saat itu kami masih ngontrak, jadi nyari dokternya yang deket-deket kontrakan. Memasuki tahun ke empat baru kami benar-benar merasa harus sekaranglah saatnya untuk benar-benar serius terhadap masalah yg satu ini. Udah beberapa dokter yang kami datangi, tapi belom ada yg sreg, bukan apa-apa, tapi biaya konsul pengobatannya itu yg mahal banget, menurutku gak normal biaya segitu dibandingkan dengan biaya konsul dokter lainnya yg sama-sama dokter kandungan.

Atas saran seorang teman kami pindah ke dokter lain, dokter ini bener-bener berbeda dari dokter-dokter kandungan yg pernah kami datangi sebelumnya, dia kelihatan smart, dia sangat ramah, dan selalu mensupport dan membesarkan hati pasien, padahal dia dokter muda, dari perbincangan dengan beberapa suster aku mendapat informasi bahwa dokter yg satu itu mengambil spesialis kebidanan di Australia dan sudah banyak yg berhasil menangani pasien yg bermasalah dengan kehamilan. Kami langsung mencoba proses inseminasi, maklum udah kebelet banget pengen punya anak makanya kami ikut proses yg cepat, namun kelihatannya Allah masih belum berkehendak memberikan kehamilan itu kepadaku, insem itu gagal, padahal setelah proses insem itu sendiri aku memperlakukan diriku layaknya wanita hamil, kenapa? Karna hari ketiga dan kelima setelah insem aku disuntik pregnyl untuk penguat rahim, merasa bahwa aku akan hamil, aku mulai hati-hati, gak mau terlalu capek, berjalan pelan-pelan, padahal biasanya begitu keluar dari kantor aku setengah berlari mengejar metromini 604 yang menuju stasiun sudirman, waktu mau ngantri karcispun aku setengah berlari karna takut ketinggalan kereta. Selain berhati-hati dan menjaga agar gak terlalu capek, aku rajin minum susu, dan rajin makan sayuran.

Namun kenyataan berkata lain, insem itu belum berhasil, sedih sih... karna udah ngarap banget, tapi berusaha mencoba untuk ikhlas karna bagaimanapun kerasnya usaha yg kami lakukan untuk mendapatkan momongan, kalau Allah belum berkehendak maka apa yang kami harapkan belum akan diberi olehNya, Allahlah yg lebih mengetahui apa yg terbaik buat kami, hambanya yg lemah ini, mungkin suatu hari nanti kami akan mengetahui hikmah dibalik cobaan ini.

Namun untungnya keluargaku dan keluarga suami semuanya pengertian, gak pernah nanyain atau menghakimi yg macem-macem, itu yg membuatku agak sedikit tenang. Berbeda dengan cerita teman-teman di WK, ada yang sedih banget karna iparnya sendiri yg ngatain yg enggak-enggak karna belum hamil, atau teman2 sekantor yg suka ngejek ko gak bisa hamil. Padahal siapa sih yg gak pengen punya anak, cuma mungkin waktunya aja yg belom tepat untuk dikasih sama Allah. Tapi selain cerita2 sedih tentu aja masih ada yg selalu ngasih support utk tetap semangat dan terus berusaha, jadi antar sesama forum diskusi saling menguatkan, itu yang membuat kami2 serasa dekat walaupun diantara kami belom pernah bertemu satu sama lain. Indahnya berbagi cerita..

Senin, Desember 15, 2008

Copet...

Juma'at 12 Des kemaren seperti biasanya plg kantor aku naek metromini 640 (atau 604 ya.. soale masi byk metromini yg angkanya masi 604) ke stasiun dukuh atas sudirman, saat naik metromini masi sepi, hanya ada beberapa penumpang, aku mengambil t4 duduk di sebelah kanan di barisan nomor 2 dari belakang. 

Seperti biasa aku selalu melihat keluar jendela memperhatikan kendaraan yang lalu lalang dan gedung2 bertingkat di sepanjang sudirman tanpa memperhatikan metromini yg mulai penuh disesaki oleh penumpang, baru di Karet aku sadar bahwa metromini yg aku tumpangi itu sarat dgn penumpang.

Saat itulah aku melihat ada keganjilan, t4 duduk di salah satu bangku depanku dan di depannya lg kosong, padahal byk penumpang yg berdiri di tengah, saat ada seorang cewek abg hendak turun bbrp laki2 paruh baya langsung memepet si cewek dari belakang dan dari samping, aku dengan jelas melihat tangan salah seorang laki2 keluar dari tas si cewek, lalu dengan buru2 memasukkan tanganya ke dalam tas ransel yg ditaruhnya di depan dadanya. Lalu dengan buru2 pula ia berjalan ke belakang diikuti tatapan mata temannya yg tadi ikut memepet sang cewek.

otakku langsung berkata copet, ini pasti gerombolan pencopet, karna ia seperti mengambil sesuatu dari tas cewek itu, aku gak tau pasti apa yg di ambil oleh laki2 tadi karna ketutupan sama tangannya yg dengan lincah memasukkan barang yg diambil itu ke dalam ranselnya. Aku gemetar, gak tau berbuat apa, cuma bisa kasian sama si cewek kalau2 ada yg hilang dari tasnya.

aku jadi teringat beberapa tahun yang lalu saat aku kecopetan, tepatnya tahun 2001, naek metromini 604 juga, saat hendak turun di Benhil, beberapa lelaki berdiri mengitariku, aku sempet heran, padahal masih byk kursi yg kosong tapi kenapa mereka pada berdiri? Tiba2 cowok yg berdiri di sebelah kiriku menepuk-nepuk pundakku, aku menoleh dan dia berkata "benhil masi jauh mba!!"  aku cuekin aja eh.. dia malah nepuk2 pundakku lebih keras lg sambil berkata kalimat yg sama, sempat kesel si, sambil terheran-heran "kenapa si ni orang".

setelah turun aku masi curiga dgn cowok2 di sekelilingku tadi, dengan spontan aku periksa tasku dan ternyata sodara2.. hp ku gak ada, aku yakin aku bawa hp itu karna sebelumnya aku sempat jawab sms temen di metromini itu. Kesel, sedih karna kehilangan hp, karna itu hp ku yg pertama, dan aku kecopetan belom lama saat aku dtg ke Jakarta.

Kejadian kedua juga sama, kecopetan, hp juga..  saat kecopetan yg kedua aku akui kalo itu karna kesalahanku yg gak hati2, kejadiannya di daerah Senen,  saat itu aku keluar dari atrium Senen, tangan sebelah kiri megang hp dan sebelah kanan megang dompet, karna hujan dan aku gak bawa payung, aku terima aja tawaran ojek payung yg ditawarin oleh seorang anak kecil, karna tangan yg sebelah kanan mo megang payung hp aku taruh di saku kanan blazer dan sebelah kiri megang dompet. Setelah tiba di t4 yg aku tuju, payung aku serahin ke anak kecil ojek payung tadi dan secara spontan merogoh saku, "masya Allah!!!.. aku menjerit spontan, hapeku kemana.."  lemes, marah campur sebel karna kecopetan lagi, aku berusaha untuk mencari anak kecil tadi karna bisa jadi dia yg ambil, dia ngeliat aku memasukkan hp ke dalam saku dan dia berjalan tepat di belakangku. Kejadian ini tahun 2002, padahal hape yg kecopetan itu hp kakakku yg masih baru, baru 1 bulan hiks.. hiks.. kebayang kan aku harus menghadapi kemarahan kakakku.....

kecopetan yg ketiga terjadi tahun berikutnya, tahun 2003, heran deh kok bisa tiap tahun kecopetan, karna kurang sedekah kali ya hehehe...  kecopetannya di kopaja 612 jurusan Ragunan-Tanah Abang, saat hendak turun di jembatan di depan BKPM aku turun dgn berdesak-desakkan dengan penumpang laen, emang saat itu kopaja penuh sesak sampe ada yg berdiri dekat pintu, setelah turun tasku masih nyangkut diantara penumpang di kopaja, karna tas yg aku pakai saat itu tas dengan tali panjang, dengan kuat kutarik tasku, kulihat kancingnya terbuka, namun saat itu aku belom sadar kalo aku kecopetan, lalu dengan santai aku melangkah sambil menutup tas yg tadi terbuka. Setelah sampe di kantor aku cari2 kok hapeku gak ada, baru ngeh kalo ternyata tadi tu kecopetan.

kesel minta ampun karna kecopetan sampe 3 kali, yg aku heran mereka tu cuma ngambil hape gak ngambil dompet, berarti copetnya masih baik kali ya.. hehehe, tapi setiap kali aku kecopetan hape dgn segera aku lapor ke Grapari Telkomsel sehingga nomornya bisa aku dapatin lagi. Salah seorang temen kantorku sampe bilang gini, "itu nomor sial kali makanya kamu kecopetan terus, ganti aja nomornya.."  ternyata ucapan sang teman tadi langsung mempengaruhi otakku, jangan2 iya kali itu nomor sial, buktinya aku bisa kecopetan sampe 3 kali. Sejak itu aku ganti nomor dan bertekad untuk hati-hati setiap berada di kendaraan umum seperti  metromini, kopaja atau mikrolet, tas selalu aku taruh di depan  sehingga selalu dalam pengawasanku, kalo di kendaraan umum mulai ada yg mepet2 atau yg mencurigakan dgn spontan tangan ini langsung menjepit tas di dada, takut terjadi sesuatu, karna aku gak mau sampe kecopetan yg keempat kalinya... semoga


 

Jumat, Oktober 10, 2008

hello..

hello..
wah.. dah lama ni aku gak nulis..

sebenarnya banyak banget yg pengen aku tulis, tapi lom ada kesempatan, ada aja kesibukan  yg membuat aku lom sempat nulis lg

aku pengen nulis ttg ramadhan yg baru aja berlalu, ttg tadarus al Quran, ttg mudik gratis dari telkomsel, ttg saat aku lebaran di banda aceh, mm.. ttg apa lagi yah

tapi.. lagi2 hehehe..  kalo kemarentu alasananya karna gak sempat n ada kesibukan, tapi hari ini sebenarnya aku agak santai tapi.. kok males yah..

ntar aja de nulisnya kalo dah gak males lagi..

Senin, Juli 14, 2008

Pondok Pangandaran

Kemaren aku makan Tom Yam lagi, di tempat yang sama, Pondok Pangandaran, tepatnya di jalan Kelapa Gading Boulevard blok QA I no.22. Tapi kali ini aku bareng suami, ibu mertua dan adik iparku. Aku gak pernah bosan makan Tom Yam di situ, karena rasanya bener2 enak. Rasanya seger karna ada asem dan pedes, isi tom yam itu macam2 seafood, mulai dari udang, cumi, kerang hijau, juga ada jamur. Selain itu kami juga memesan, cumi gereng tepung, cah kangkung tauge, ikan kuwe bakar dan kerang hijau saos padang, semuanya mantap. Iparku yang juga belom pernah makan tom yam makannya lahap banget.

Awalnya juga aku gak tau yang namanya tom yam, sampai suatu hari saat istirahat kuliah seorang temanku nanya, ”Dah pada pernah makan tom yam belom?, dari berbagai tom yam yang pernah aku makan, tom yam yang ada di Pondok Pangandaran Kelapa Gading yang paling enak, coba deh, aku jamin kalian pasti ketagihan...”

Aku makin penasaran, gimana si bentuknya tom yam itu, emang aku sering dengar tom yam, tapi lom pernah mencoba makan tersebut. Beberapa hari kemudian dia ngirimi aku MMS tom yam, waaahh.. aku jadi tambah pengen ngerasain yang namanya tom yam. Sms nya aku balas, ”jangan cuma nunjukin gambar dong, ngajak kek makan disana...”

Eh.. bener dua minggu kemudian temenku itu ngajak kami makan di Pondok Pangandaran, dibayarin pula, semua menu dia yang pesen dan kami percaya aja sama menu yang dipilih. Awalnya datang tom yam sebagai pembuka, trus kita-kita pada nyobain, mmm.. bener, enak banget, semua pada ngasih komentar yang sama. Lalu satu-satu berdatangan makanan berikutnya, cumi goreng tepung, ikan kuwe bakar, cah kangkung polos, kerang hijau saos padang dan terakhir kepiting telor ala pangandaran, semuanya enak2. Tapi diantara semua menu yang disajikan aku paling suka tom yam-nya. Saat dinas ke Solo aku makan tom yam yang ada di salah satu rumah makan khusus seafood yang ada disana, ternyata rasanya beda, gak seenak yg di Pondok Pangandaran.

Pondok Pangandaran ini emang spesialis seafood, karna berbagai makanan dari seafood dijual disana, berbagai masakan dari udang, cumi, kepiting, kerang hijau, kerang dara dan ikan. Kalo udang, cumi dan kerang hijau pilihannya bisa di goreng tepung, goreng mentega, saos padang, asem manis atau masak ala Pangandaran. Sedangkan ikan2-an bisa di bakar atau di goreng.

Restoran ini selalu dipenuhi pengunjung saat jam makan siang atau di malam hari, tempatmya juga luas banget, terdiri dari dua lantai. Dan setiap aku makan disana baik di lantai satu maupun lantai 2 selalu penuh oleh pengunjung. Pernah satu kali kami harus parkir sejauh lebih kurang 100 meter dari restoran tersebut karna banyaknya mobil yang parkir disana.

Tom yam Pangandaran.. i’ll be right back..

Jumat, Juli 11, 2008

Sebel

Sebeeellll.....

Aku bener2 sebel, masak aku tinggal shalat sebentar eh.. brosku hilang. Padahal biasanya gak pernah hilang. Tega banget si yang ngambil, gak mikir apa gimana perasaan orang yang kehilangan hehehe... kalo dia mikir pasti gak bakalan dia mo ngambil barang orang laen..

Seperti biasa sekitar jam 9-an aku selalu shalat dhuha, sebelum wudhu aku melapaskan pernak pernik di jilbabku seperti bros, peniti dan jarum pentul, selesai wudhu aku cuma memakai peniti ajah untuk mengaitkan jilbabku, lalu shalat dan balik lagi ke toilet untuk membenahi jilbab sekalian sedikit berdandan.. halah..

Tapi pagi ini, setelah shalat aku balik ke toilet, masya Allah.. kok brosku udah gak ada.. aku coba inget-inget lagi, apa aku salah meletakkan bros itu. Tapi tidak, aku inget banget kalo bros itu aku letakkan terbalik bersama dengan jarum pentul, saat aku lihat hanya tinggal jarum pentul ajah, brosnya dah gak ada hu hu hu...

Kali ini aku bener2 heran, heran banget malah, aku mesti kehilangan barang-barang bagus saat aku tinggal sebentar buat shalat, padahal itu di kantorku. Aku dah pernah kehilangan mukena, lipstik dan sekarang bros, ya ampyuun.. mukenaku hilang dua kali, itu juga mukena bagus, lipstik juga pernah hilang saat aku tinggal shalat dhuha sebentar, hilangnya malah lebih parah lagi, si pencuri berani ngambil dari tempat penyimpanan kosmetikku ck.. ck.. ck.. begitu juga kali ini, brosku hilang saat aku tinggal sebentar untuk shalat, masya Allah.. apa si pengambil (atau lebih tepatnya si pencuri) seneng banget yah sama barang2 yg aku pakai, atau.. mungkin juga tamu kali ya.. soale pagi ini ada banyak tamu yg diundang rapat, mungkin salah satunya waktu ke toilet ngeliat bros bagus, trus tergeletak begitu aja langsung ngambil. Bukankah orang yang tadinya gak punya niat mencuri tapi begitu ada kesempatan hatinya bisa berubah untuk mengambil barang milik orang laen yang bukan miliknya?? Wallahu a'lam..

Selasa, Juni 24, 2008

Terima Kasih ya Allah..

Terima kasih ya Allah..
Untuk nafas yang kau beri tanpa batas
Untuk kesehatan, kesenangan, kebahagiaan tanpa henti dan rezeki yang melimpah

Terima kasih ya Allah..
Untuk suami yang tercinta...
Orangtua dan saudara-saudara terkasih..
Teman-teman yang baik, yang pengertian, yang lucu dan yang nyebelin..






"Hepi besdey..", "met ultah ya.. panjang umur, sehat dan sukses selalu".. dan ucapan2 lainnya yang aku terima pagi ini. Seneng banget karna masih banyak teman, kolega dan terutama keluarga tercinta yang masih mengingat ulangtahunku. Tapi sedih juga mengingat sisa umurku yang tinggal sedikit alias berkurang untuk hidup di dunia ini.

Di sisa waktu ini aku mengoreksi diriku sendiri, apa yang telah aku lakukan selama ini, amal dan kebaikan apa yang telah aku lakukan untuk bekalku di akhirat nanti. Kalo udah gini aku jadi ingat mati, di kuburan nanti seorang diri, cuma amal yang menemani, entah itu amal baik atau amal jelek yang senantiasa  yang dikerjakan selama hidup di dunia.

Ya Allah.. aku takut akan neraku-Mu tapi.. apa aku pantas masuk surga-Mu, dari lubuk hati yang terdalam sungguh ya Allah, hamba ingin bertemu dengan-Mu dan merasakan nikmat surga-Mu. Karna itu ya Allah.. bimbinglah hamba untuk selalu berada di jalanMu, mengingatMu, jadikan aku hamba yang selalu rendah hati dan tidak sombong, selalu bersyukur atas nikmat dan karunia yang Engkau berikan,  selalu iklhas baik  dalam keadaan susah maupun senang.

Ya Allah.. kabulkan doa yang diharapkan adekku dalam ucapan selamat ultahnya, "Kak, met ultah ya, semoga keimanannya semakin meningkat, selalu mendapat limpahan rahmat, hidayah dan berkah dari Allah SWT, diberi keberkahan umur, dilapangkan rizkinya, dijauhkan dari segala penyakit baik lahir maupun batin, dan semoga selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT.." Amin ya Allah..

Terima kasih adekku, kamu selalu mengingatkanku.. 



Burger and Grill

Hmm.. kenapa jam segini dah laper yah.. padahal tadi pagi aku dah sarapan, emang si tadi pagi aku cuma sarapan setangkup roti. Apa karma suhu di ruangan kerja kami cukup dingin jadi bikin cepet lapar.

Roti yang aku bawa pagi ini aku bikin sendiri, aku olesin saos sambal pedes dan saos tomat trus di atasnya ditaburin abon ayam, lalu di roti tawar yang satunya lagi aku olesin mayones trus ditangkupkan ke atas roti tawar yang telah di taburin abon tadi. Atau laen waktu aku buat model laen, yaah.. yang kayak dijual di pinggir2 jalan itu loh, roti tawar tu diolesin susu, ditaburi cokelat meses trus di panggang setelah sebelumnya diolesi mentega.

Sekali waktu aku diajarin temenku bikin burger sendiri, caranya cukup gampang tapi hasilnya enak dan aku jadi ketagihan. Bahannya juga cukup gampang, roti tawar, mayonese, daging burger, telur ayam dan keju. Daging burger di masak pake sedikit mentega, setelah matang letakkan di atas roti tawar yang telah diolesi mayonese, ceplok telur hingga matang trus sebelum diangkat letakkan keju diatasnya, gak usah lama2, bentar aja trus letakkan telur dan keju tadi di atas daging burger lalu tutup dengan roti tawar. Kalo mau lebih enak lagi bisa dilengkapi dengan sayur2 seperti selada, tomat dan timun, dan saos tomat pedes tentunya. Hmm.. waktu dimakan kejunya lumer di mulut, wah.. enak banget deh pokoknya.

Ingat burger aku jadi ingat minggu yang lalu saat aku dan teman2ku makan siang pas istirahat kuliah. Kami makan di Burger and Grill yang ada di Margonda, Depok. Maklum beberapa dari kami emang ada yg belum pernah makan di tempat itu, termasuk aku hehehe... padahal cafe burger itu udah buka beberapa bulan yang lalu dan tempat itu selalu ramai dikunjungi. Itu terlihat dari ramainya kendaraan roda dua maupun roda empat yang parkir di sana.

Tapi tau gak!!! dari kampus kami cuma bawa satu mobil dan mobil itu diisi oleh sebelas orang. Sebelas orang man!!..  bisa dibayangkan gimana suasana dalam mobil yang empet-empetan. Di baris depan 2 orang termasuk yang nyetir, di barisan tengah diisi 5 orang dan di barisan belakang 4 orang hahaha... kijang emang mobil keluarga.

Di sana aku nyobain bubur bakar, abis.. penasaran gimana si bubur bakar tu. Ternyata itu tuh seperti bubur ayam, hanya saja gak pake ayam tapi pake daging bakar trus di atas buburnya ditaburi keju parut sama dikasih keripik bawang. Porsinya lumayan banyak sampe2 aku gak sanggup ngabisinnya. Temen2ku ada yang pesen sphagetti bakar, sop iga bakar, lontong sayur bakar, burger dan sanwich. Kami saling icip-icipan makanan masing2, semuanya lumayan enak dan harganya masih terjangkau.

Giliran pulangnya yang pada bingung, soale dah pada kekenyangan dan ngebayangin di mobil yang pasti tambah empet-empetan. Bener aja, mobil jadi gak muat, di barisan tengah yang tadinya bisa diisi 5 orang jadi cuma bisa diisi 4 orang. Tadinya kita mo ngorbanin 1 orang biar dia balik ke kampusnya naek angkot aja, tapi gak jadi, kasian...
Akhirnya teteup... di barisan tengah diisi 5 orang, tapi ya ampyuunn... pintu mobil jadi gak bisa ketutup karna gak muat, hihihi kami yang duduk di barisan belakang pada ketawa. Orang kami aja yang tadinya berangkat masih muat giliran pulangnya jadi tambah sesek, gimana di barisan tengah yg diisi oleh 5 orang??!! Tapi dengan selamat sampe pula kami ke kampus tercinta setelah berdesakan di dalam mobil.

Rabu, Mei 28, 2008

Bebek Goreng Suryo

Duuh... siang ini aku kenyang banget, abis makan bebek goreng suryo di Jl. Senopati, dekat lapangan Blok S. Kita makan rame-rame, 11 orang, cewek-cewek semua. Sebenarnya si acara makan-makan ini untuk ngerayain perpisahan salah seorang pegawai di kantor kami yang akan pensiun.

Untungnya kami datang agak cepet, jadi masih dapat parkir, soale biasanya kalo dah jam makan siang tempat ini selalu penuh dan suka susah dapat tempat parkir. Tempatnya asik dan bagus, dan aku gak pernah bosan makan bebek goreng suryo. Gimana gak enak kalo dapetnya gratis terus hahaha..

Daging bebeknya lembut dan bumbunya kerasa banget. Bebek gorengnya disajikan dengan dua macam sambel, dan di atas nasi terdapat semacam kuah kari yang.. hmm.. nyam.. nyam pokoknya enak deh. Pilihan menunya banyak, ada bebek yang digoreng atau di bakar. Menu lainnya ada berbagai pilihan nasi goreng. Kalo aku sih.. tetep.. sukanya bebek goreng. Sempet si nyoba icip dari temen makan bebek yang di bakar, enak juga, bumbunya meresap banget dan yang pasti, gak amis.

Banyak yang bilang kalo makan di Begor Suryo nunggunya agak lama, tapi tadi enggak tuh, kami cuma nunggu 10 menit aja sampe pesanan kami datang. Padahal saat itu lagi rame-ramenya orang yang makan disana. Tapi.. ada tapinya juga neh, untuk bebek yang di bakar datangnya memang agak lama, gak tau juga kenapa kok bisa lama. ”Mungkin ke hutan dulu kali nyari kayu bakarnya..” celetuk temanku. Tadi ada juga yang mesan belut goreng, dan itu juga disajikan agak lama. Kami-kami yang pesen bebek goreng udah pada selesai makan, teman laen yang pesen bebek bakar dan belut goreng pesanannya belom datang. Sehingga ramelah suasana di tempat kami dengan berbagai macam celetukan, ”belutnya gak bisa ketangkep tuh, licin..,” ”lho.. pada gak tau yah, kalo masnya pergi ke sungai dulu nyari belut” he he he.. pokoknya rame deh.

Over all, RM Bebek Suryo te o pe be ge te deh.. alias TOP BANGET deh, dan kamu kudu cobain. Dijamin, kamu pasti suka..

Pengobatan Alternatif Terapi Sentel Kertas

Seminggu sebelum hari Sabtu tanggal 24 Mei aku dan suami sudah berniat untuk berangkat jam 6 pagi mengantar ayahku ke pengobatan alternatif itu agar dapat nomor awal biar ngantrinya gak kelamaan. Tapi niat tinggal niat, jum’at malam tgl 23 ada pengajian di rumahku dan pengajian itu baru selesai pukul satu dini hari, itupun masih dilanjutkan dengan obrolan soal pembentukan RW dan RT baru. Maklum, tempat aku tinggal merupakan perumahan baru, jadi baru saja terbentuk RW dan RT yang baru.

Sabtu pagi itu aku bangun karena kaget, hp ku berdering, setelah menjawab telepon aku merasa kepalaku berat banget, karna semalam tidurnya terlalu larut. Kulihat suamiku masih tertidur pulas, akupun kembali rebahan dan kembali kaget karna teringat mo ngantar ayah ke kelapa Gading untuk berobat. Dengan malas aku bangun, ternyata udah jam setengah 6 pagi. Tadinya niat mo berangkat jam 6 pagi akhirnya tertunda 1,5 jam, aku mesti nyiapin sarapan dulu sebelum berangkat.

Sesampainya di sana, masya Allah.. ternyata udah rame banget yang ngantri, padahal waktu itu waktu baru menunjukkan pukul 8.30 pagi, dan kami, aku, suami dan ayahku kebagian nomer 425-427. Dua kata yang hanya bisa terucap ketika menyaksikan pemandangan itu, ”luar biasa”. Bagaimana tidak, ratusan orang udah ngantri untuk bisa berobat di Pengobatan Alternatif Terapi Sentel Kertas yang terletak di Bukit Permata Gading, Jl. Bulevard no. 020 kelapa Gading, Jakarta Utara itu.

Lututku langsung lemas, ngebayangin nunggu giliran yang ke 400-an untuk bisa ketemu sang pengobat alternatif itu. Ini adalah kali ketiga kami kesini dan pengalaman sabtu dua minggu sebelumnya mengajarkan agar kami sebaiknya berangkat pagi2 banget kalo mau mendapatkan nomor awal. Maunya si gitu, tapi keadaan berbicara laen.

Dengan malas aku menunggu di mobil sambil terus memperhatikan orang-orang yang keluar masuk gedung tempat pengobatan itu, 1 jam serasa 1 hari. Akhirnya nomor kami di panggil tepat pukul setengah dua siang.

Sebenarnya cara pengobatannya cukup sederhana, diantara ibu jari kaki dan telunjuk diletakkan gulungan kertas putih lalu kertas itu disentil. Walaupun sentilannya hanya di kertas putih itu tapi rasanya seperti terkena sengatan listrik, sontak terkaget sekaligus sakit. Ini yang aku gak habis pikir, padahal beliau hanya menyentil kertas putih itu dan tidak mengenai anggota jari kaki yang laen, tapi rasa sakit yang muncul sangat luar biasa. Dari cerita-cerita yang aku dengar pada saat mengantri, sang alternatif yang bernama Soeharto ini ternyata punya kemampuan untuk mengobati orang turun temurun dari orang tuanya. Dan konon, seandainya dia langsung menyentil ke bagian tubuh tanpa melalui perantara kertas, maka si pasien pasti tak akan sanggup untuk untuk menahan rasa sakit yang ditimbulkan akibat sentilan itu.

Kemampuan lain dari bapak Soeharto ini adalah bahwa beliau langsung tau apa yg hendak kita keluhkan tanpa diberitau terlebih dahulu. Dan cara pengobatannya yang cukup sederhana ini yang membuat orang berduyun-duyun datang ke sana. Dari hasil wawancaranya di televisi swasta beberapa minggu yang lalu, dia mengatakan kalo sentilannya itu untuk melancarkan peredaran darah. Sebenarnya aku belum pernah nonton acara  itu.. ayah dan mamaku yang nonton acara pengobatan itu, trus karna tertarik ortuku segera berangkat dari Banda Aceh ke Jakarta untuk mencoba pengobatan alternatif itu.

Ayahku memang telah lama sakit, sebenarnya si kalo dilihat secara fisik beliau kelihatan sehat-sehat aja, tapi beliau gak bisa berdiri atau jalan terlalu lama. Paling jauh berjalan 200 meter, kalau gak segera duduk atau beristirahat ayah akan merasakan kakinya kebas (kesemutan) dan gak bisa digerakkan lagi. Hal ini udah dikeluhkan ayah sejak tahun 1999, soale dulu ayah pernah jatuh tapi sakit itu mulai dirasakan sejak tahun 1999 sampe sekarang. Dan udah segala pengobatan di coba ayah, mulai dari pengobatan dokter sampe pengobatan alternatif tapi gak ada satupun yang dirasa berhasil.

Sempat terbersit keinginan untuk berobat ke Penang, karna kata teman2 ayah banyak yang berhasil setelah melalui operasi di sana, namun setelah melihat pengobatan alternatif sentel kertas itu ayahku jadi tertarik untuk mencoba dulu pengobatan itu. Toh sesungguhnya Allah SWT tidak menurunkan penyakit kecuali disertai juga dengan obatnya. Mungkin melalui Bapak Soeharto ini Allah akan menyembuhkan ayahku... semoga..

Senin, Mei 26, 2008

Bros Cantik Itu

Lagi-lagi aku kehilangan… dan kali ini juga aku kehilangan benda yang sama, sebuah bros. Tapi kali ini kehilangan bros-ku yang ketiga. Bros cantik itu.. aku suka sekali, berbentuk seperti daun dengan warna dasarnya silver dan di atasnya terdapat hiasan berbentuk bunga berwarna biru.



Sebenarnya pagi itu aku dah punya firasat kalo bros cantikku yang satu itu akan hilang. Kenapa?? Karna sedari subuh aku hendak memakainya ke kantor, bros itu selalu saja terlepas (walaupun belom sempat jatuh), dan itu terjadi dua kali. Kali yang ketiga terjadi selepas shalat Ashar, waktu aku hendak memperbaiki jilbabku. Saat aku memasangnya, bros itu terlepas dari kaitnya. Padahal aku udah berusaha memasang kaitnya sebaik mungkin.

Dan aku sadar kalo si cantik itu benar-benar hilang saat aku ada di kereta hendak pulang ke Depok. Sesaat masih menunggu kereta di peron aku masih sempat meraba bros-ku itu, tapi begitu di dalam kereta udah gak ada hiks... :(

Aku mencari-cari di sekitar tempat duduk kalau-kalau bros itu terjatuh disana, tapi tetep gak ada. Akhirnya aku ikhlaskan saja hilangnnya bros itu (..dan memang aku harus ikhlas..) dan mengambil hikmah yang terjadi dari kehilangan bros itu agar aku semakin taat kepada Allah. Mungkin saja ketika aku memakainya ada sebersit riya dalam hatiku saat memakai bros cantik itu (masyaallah.. mudah2an aku selalu dijauhkan dari sifat sombong dan riya walau sekecil apapun).

Semua yang terjadi di alam ini memang sudah ada yang mengatur, yaitu Allah SWT, pencipta alam semesta. Hanya karena kehendak-Nyalah sesuatu bisa terjadi, karena, tidak ada satu daunpun yang gugur melainkan atas kehendak Allah dan telah tertulis di Lauh Mahfudz.

So.. siapapun yang menemukan bros itu, semoga kamu menjadi semakin cantik saat memakainya-:)


Rabu, April 23, 2008

Facial

Rencananya hari ini aku pengen facial, satu hal yang rutin aku lakukan setiap bulan. Maklum.. wajahku agak sensitif, jadi kalo gak dirawat cepet banget tu yang namanya jerawat dan teman2nya nongol di wajahku hihihi..

Aku biasanya facial bareng temen2ku, tapi hari ini mereka pada sibuk, masing-masing ada kerjaan, sedangkan aku hari ini gak terlalu banyak kerjaan, jadi kesempatan untuk keluar juga ada.

Tapi.. kayaknya males de kalo mo keluar sendiri, masalahnya ntar disana bengong sendiri sambil nunggu giliran di facial. Maklum tempat aku biasa facial selalu rame dan antrinya... bisa 1 jam lebih loh. Pernah juga kami menunggu hampir 3 jam, itu tu waktu bulan puasa, kalo gak salah seminggu menjelang lebaran Iedul Fitri tahun 2007 kemaren. Bosen juga si nunggu segitu lama tapi kalo ada temen ngobrol kan 3 jam jadi gak berasa.

Saat-saat menunggu seperti itu kadang aku suka melihat-lihat perempuan2 yang ada di sana yang menunggu antrian untuk dipanggil, entah itu untuk facial atau perawatan lainnya. Ada ibu2 yg berusia (mungkin) sudah lebih dari 50 tahunan sampe ABG ABG yang masih imut. Ada yang wajahnya emang udah kinclong banget sampe yang wajahnya jerawatan banget. Sama halnya dengan aku, mereka semua pasti ingin tampil cantik. Perempuan mana sih yang gak pengen wajahnya kelihatan cantik dan bersih, ya... minimal terawatlah, Karna kalo kita bertemu atau bertatapan dengan orang hal pertama yang menjadi perhatian adalah wajah.

Namun tentu saja kecantikan wajah tidak ada artinya bila tidak didukung oleh kecantikan dari dalam (inner beauty). Karna kecantikan dari dalam yang bagus akan terpancar dari sang empunya wajah. Dan cantik yang sesungguhnya adalah total beauty artinya kecantikan luar (fisik) yang dibarengi dengan kecantikan dari dalam (inner beauty). Kecantikan dari dalam tidak akan lekang oleh zaman, tidak takut menjadi keriput dan tidak memerlukan polesan kosmetik bermerek dan mahal. Semua wanita bisa menjadi cantik, karna pada dasarnya setiap wanita memiliki kecantikan dan keunikan sendiri (kalo yang ini si kata pakar kecantikan hehehe..)

Selasa, April 22, 2008

Pria itu..

Pagi ini seperti biasanya aku berangkat memakai kereta, karna udah jelas gak kena macet dan tentu saja cepet nyampe. Tiba di stasiun Depok Lama, kereta AC Ekonomi yang biasa aku tumpangi belom kelihatan alias belom berada di stasiun. Sambil menunggu aku perhatikan di sekelilingku penuh dengah orang-orang yang juga akan menggunakan jasa kereta api. Hari ini hari senin, pantesan stasiun begitu ramai, dan entah kenapa kalau hari senin selalu saja ramai, apa karna hari pertama di dalam satu minggu dan orang-orang ingin cepat nyampe ke kantor or tempat tujuan masing-masing? Entahlah..

Setelah pintu kereta terbuka aku bersama suami langsung masuk dan memilih tempat duduk di gerbong dua. Mataku menyapu seluruh gerbong dan ternyata semua penumpang baik laki-laki dan perempuan mendapat tempat duduk. Dari pengeras suara di dalam kereta terdengar pengumuman sebagai berikut “ Memperingati hari Kartini yang ke 109 pada hari ini tanggal 21 April, maka prioritas tempat duduk diberikan kepada penumpang perempuan. Kepada para penumpang pria harap mendahulukan tempat duduk bagi penumpang wanita”. Aku dan beberapa perempuan lain yang ada di gerbong itu saling pandang dan tersenyum mendengar pengumuman itu. Ternyata hari ini hari Kartini, kenapa aku bisa lupa yah. Lantas aku berkata pada suamiku, ”untung hari ini kartini kartini ya mas”. Suamiku hanya tersenyum dan menjawab ”kenapa harus hari Kartini, seharusnya setiap hari penumpang perempuan lebih diutamakan untuk duduk”.

Aku jadi teringat kejadian beberapa bulan yang lalu, saat itu naik kereta express di stasiun Sudirman. Aku duduk di kursi besi yang biasa aku bawa setiap hari, maklum kalau sore biasanya suka gak dapet tempat duduk karna kursi telah terisi oleh penumpang dari stasiun Tanah Abang. Awalnya aku tidak terlalu memperhatikan para penumpang di gerbong tersebut karna aku asyik dengan bacaanku. Setelah kereta berjalan sekian menit aku iseng menoleh ke arah lain dan aku lihat seorang ibu muda yang tengah hamil besar berdiri sambil berpegangan pada pegangan gantung di sisi atas kereta. Di depannya duduk manis seorang pria muda berumur sekitar 30 tahun. Dari jauh aku terus memperhatikan tidak ada seorangpun yang menyuruh ibu muda itu untuk duduk. Laki-laki yang duduk di depannya juga sama, bersikap cuek seolah tidak orang yang berdiri di depannya. Hatiku miris, kenapa tega sekali pria-pria di sana, tidak ada yang mempersilakan ibu muda yang tangah hamil besar itu untuk duduk.

Lain waktu, masih cerita di kereta juga neh.. dan ini kejadiannya belom lama, mungkin sekitar 3 minggu yang lalu, senin itu aku datang terlamat di stasiun sehingga gak bisa ikut kereta AC Ekonomi yang biasanya kunaikin. Akhirnya aku ikut kereta selanjutnya yang datang dari Bogor. Ketika kereta datang di dalam telah terisi penuh oleh penumpang, akupun masuk dengan sedikit memaksa dan akhirnya berdiri bersama penumpang lain yang tidak kebagian tempat duduk. Belum lama kereta berjalan tepat di depanku terdengar suara seperti orang muntah. Ternyata seorang ibu muda (yang aku rasa) sedang hamil muda. Di sebelahnya berdiri suaminya sambil terus mengurut dan menepuk-nepuk punggung sang istri. Lagi-lagi aku perhatikan di depan ibu muda itu duduk dengan tenangnya seorang bapak sambil membaca koran. Setiap ibu hamil tersebut muntah ke dalam plastik yang di pegangnya, dia hanya meliirk ke atas melihat si ibu tersebut tapi tidak mempersilakan ibu tersebut untuk duduk menggantikan dirinya. Aku hanya bisa mengurut dada dan merasa geram sekali melihat kejadian itu, begitu juga dengan beberapa penumpang lain. Akhirnya seorang penumpang perempuan yang duduk berselang tiga orang dari sang bapak yang membaca koran itu mempersilakan ibu muda itu duduk menggantikan dirinya.

Begitu kerasnyakah hati para laki-laki itu sehingga tidak sedikitpun merasa kasihan terhadap perempuan yang sedang hamil untuk menyuruhnya duduk menggantikan mereka? Apakah mereka tidak merasa kecewa, seandainya istri, ibu, adik perempuan atau kakak perempuan mereka diperlakukan seperti itu? Wallahu a’lam..

Senin, April 21, 2008

Akhirnya...

Akhirnya..
Selasai juga blog ini, walau dengan isi yang masih sangat sederhana. Maklumlah.. ini juga udah bagus buat pemula seperti aku he he he...

Sebenarnya udah dari dulu aku pengen banget buat blog sendiri, tapi entah kenapa keinginan itu tidak terlaksana juga. Alasannya macem-macem, maleslah, bingung mo nulis apa, takut ntar orang menilai jelak de el el..

Dan keingin untuk menulis sebenarnya udah pernah ada sejak aku masih duduk di bangku SMA. Setiap aku selesai membaca novel, majalah, atau cerita2 di koran, niat untuk segera bisa menulis itu sangat kuat. Lalu dengan segera kuambil kertas dan pulpen. Tapi.. pada saat itu juga pikiranku mulai membeku, ”aku mo nulis apa?” hehehe.. dan selalu begitu.

Tapi hari ini aku kuatkan tekat untuk bisa menulis, minimal di blogku sendiri. Blog ini juga tercipta karna aku mendapat tugas dari dosenku yang ngasih tugas buat bikin blog. Sedikit pemberitahuan neh kalo sekarang aku lagi mengambil pascasarjana di Universitas Mercu Buana. Mata kuliah semester 3 ini salah satunya adalah E-Commerce dan tugas di awal semester ini adalah membuat blog. Nah lo...