R
encananya hari ini aku pengen facial, satu hal yang rutin aku lakukan setiap bulan. Maklum.. wajahku agak sensitif, jadi kalo gak dirawat cepet banget tu yang namanya jerawat dan teman2nya nongol di wajahku hihihi..

Aku biasanya facial bareng temen2ku, tapi hari ini mereka pada sibuk, masing-masing ada kerjaan, sedangkan aku hari ini gak terlalu banyak kerjaan, jadi kesempatan untuk keluar juga ada.
Tapi.. kayaknya males de kalo mo keluar sendiri, masalahnya ntar disana bengong sendiri sambil nunggu giliran di facial. Maklum tempat aku biasa facial selalu rame dan antrinya... bisa 1 jam lebih loh. Pernah juga kami menunggu hampir 3 jam, itu tu waktu bulan puasa, kalo gak salah seminggu menjelang lebaran Iedul Fitri tahun 2007 kemaren. Bosen juga si nunggu segitu lama tapi kalo ada temen ngobrol kan 3 jam jadi gak berasa.
Saat-saat menunggu seperti itu kadang aku suka melihat-lihat perempuan2 yang ada di sana yang menunggu antrian untuk dipanggil, entah itu untuk facial atau perawatan lainnya. Ada ibu2 yg berusia (mungkin) sudah lebih dari 50 tahunan sampe ABG ABG yang masih imut. Ada yang wajahnya emang udah kinclong banget sampe yang wajahnya jerawatan banget. Sama halnya dengan aku, mereka semua pasti ingin tampil cantik. Perempuan mana sih yang gak pengen wajahnya kelihatan cantik dan bersih, ya... minimal terawatlah, Karna kalo kita bertemu atau bertatapan dengan orang hal pertama yang menjadi perhatian adalah wajah.
Namun tentu saja kecantikan wajah tidak ada artinya bila tidak didukung oleh kecantikan dari dalam (inner beauty). Karna kecantikan dari dalam yang bagus akan terpancar dari sang empunya wajah. Dan cantik yang sesungguhnya adalah total beauty artinya kecantikan luar (fisik) yang dibarengi dengan kecantikan dari dalam (inner beauty). Kecantikan dari dalam tidak akan lekang oleh zaman, tidak takut menjadi keriput dan tidak memerlukan polesan kosmetik bermerek dan mahal. Semua wanita bisa menjadi cantik, karna pada dasarnya setiap wanita memiliki kecantikan dan keunikan sendiri (kalo yang ini si kata pakar kecantikan hehehe..)
Pagi ini seperti biasanya aku berangkat memakai kereta, karna udah jelas gak kena macet dan tentu saja cepet nyampe. Tiba di stasiun Depok Lama, kereta AC Ekonomi yang biasa aku tumpangi belom kelihatan alias belom berada di stasiun. Sambil menunggu aku perhatikan di sekelilingku penuh dengah orang-orang yang juga akan menggunakan jasa kereta api. Hari ini hari senin, pantesan stasiun begitu ramai, dan entah kenapa kalau hari senin selalu saja ramai, apa karna hari pertama di dalam satu minggu dan orang-orang ingin cepat nyampe ke kantor or tempat tujuan masing-masing? Entahlah..
Setelah pintu kereta terbuka aku bersama suami langsung masuk dan memilih tempat duduk di gerbong dua. Mataku menyapu seluruh gerbong dan ternyata semua penumpang baik laki-laki dan perempuan mendapat tempat duduk. Dari pengeras suara di dalam kereta terdengar pengumuman sebagai berikut “ Memperingati hari Kartini yang ke 109 pada hari ini tanggal 21 April, maka prioritas tempat duduk diberikan kepada penumpang perempuan. Kepada para penumpang pria harap mendahulukan tempat duduk bagi penumpang wanita”. Aku dan beberapa perempuan lain yang ada di gerbong itu saling pandang dan tersenyum mendengar pengumuman itu. Ternyata hari ini hari Kartini, kenapa aku bisa lupa yah. Lantas aku berkata pada suamiku, ”untung hari ini kartini kartini ya mas”. Suamiku hanya tersenyum dan menjawab ”kenapa harus hari Kartini, seharusnya setiap hari penumpang perempuan lebih diutamakan untuk duduk”.
Aku jadi teringat kejadian beberapa bulan yang lalu, saat itu naik kereta express di stasiun Sudirman. Aku duduk di kursi besi yang biasa aku bawa setiap hari, maklum kalau sore biasanya suka gak dapet tempat duduk karna kursi telah terisi oleh penumpang dari stasiun Tanah Abang. Awalnya aku tidak terlalu memperhatikan para penumpang di gerbong tersebut karna aku asyik dengan bacaanku. Setelah kereta berjalan sekian menit aku iseng menoleh ke arah lain dan aku lihat seorang ibu muda yang tengah hamil besar berdiri sambil berpegangan pada pegangan gantung di sisi atas kereta. Di depannya duduk manis seorang pria muda berumur sekitar 30 tahun. Dari jauh aku terus memperhatikan tidak ada seorangpun yang menyuruh ibu muda itu untuk duduk. Laki-laki yang duduk di depannya juga sama, bersikap cuek seolah tidak orang yang berdiri di depannya. Hatiku miris, kenapa tega sekali pria-pria di sana, tidak ada yang mempersilakan ibu muda yang tangah hamil besar itu untuk duduk.
Lain waktu, masih cerita di kereta juga neh.. dan ini kejadiannya belom lama, mungkin sekitar 3 minggu yang lalu, senin itu aku datang terlamat di stasiun sehingga gak bisa ikut kereta AC Ekonomi yang biasanya kunaikin. Akhirnya aku ikut kereta selanjutnya yang datang dari Bogor. Ketika kereta datang di dalam telah terisi penuh oleh penumpang, akupun masuk dengan sedikit memaksa dan akhirnya berdiri bersama penumpang lain yang tidak kebagian tempat duduk. Belum lama kereta berjalan tepat di depanku terdengar suara seperti orang muntah. Ternyata seorang ibu muda (yang aku rasa) sedang hamil muda. Di sebelahnya berdiri suaminya sambil terus mengurut dan menepuk-nepuk punggung sang istri. Lagi-lagi aku perhatikan di depan ibu muda itu duduk dengan tenangnya seorang bapak sambil membaca koran. Setiap ibu hamil tersebut muntah ke dalam plastik yang di pegangnya, dia hanya meliirk ke atas melihat si ibu tersebut tapi tidak mempersilakan ibu tersebut untuk duduk menggantikan dirinya. Aku hanya bisa mengurut dada dan merasa geram sekali melihat kejadian itu, begitu juga dengan beberapa penumpang lain. Akhirnya seorang penumpang perempuan yang duduk berselang tiga orang dari sang bapak yang membaca koran itu mempersilakan ibu muda itu duduk menggantikan dirinya.
Begitu kerasnyakah hati para laki-laki itu sehingga tidak sedikitpun merasa kasihan terhadap perempuan yang sedang hamil untuk menyuruhnya duduk menggantikan mereka? Apakah mereka tidak merasa kecewa, seandainya istri, ibu, adik perempuan atau kakak perempuan mereka diperlakukan seperti itu? Wallahu a’lam..
Akhirnya..
Selasai juga blog ini, walau dengan isi yang masih sangat sederhana. Maklumlah.. ini juga udah bagus buat pemula seperti aku he he he...
Sebenarnya udah dari dulu aku pengen banget buat blog sendiri, tapi entah kenapa keinginan itu tidak terlaksana juga. Alasannya macem-macem, maleslah, bingung mo nulis apa, takut ntar orang menilai jelak de el el..
Dan keingin untuk menulis sebenarnya udah pernah ada sejak aku masih duduk di bangku SMA. Setiap aku selesai membaca novel, majalah, atau cerita2 di koran, niat untuk segera bisa menulis itu sangat kuat. Lalu dengan segera kuambil kertas dan pulpen. Tapi.. pada saat itu juga pikiranku mulai membeku, ”aku mo nulis apa?” hehehe.. dan selalu begitu.
Tapi hari ini aku kuatkan tekat untuk bisa menulis, minimal di blogku sendiri. Blog ini juga tercipta karna aku mendapat tugas dari dosenku yang ngasih tugas buat bikin blog. Sedikit pemberitahuan neh kalo sekarang aku lagi mengambil pascasarjana di Universitas Mercu Buana. Mata kuliah semester 3 ini salah satunya adalah E-Commerce dan tugas di awal semester ini adalah membuat blog. Nah lo...