Rabu, Mei 28, 2008

Bebek Goreng Suryo

Duuh... siang ini aku kenyang banget, abis makan bebek goreng suryo di Jl. Senopati, dekat lapangan Blok S. Kita makan rame-rame, 11 orang, cewek-cewek semua. Sebenarnya si acara makan-makan ini untuk ngerayain perpisahan salah seorang pegawai di kantor kami yang akan pensiun.

Untungnya kami datang agak cepet, jadi masih dapat parkir, soale biasanya kalo dah jam makan siang tempat ini selalu penuh dan suka susah dapat tempat parkir. Tempatnya asik dan bagus, dan aku gak pernah bosan makan bebek goreng suryo. Gimana gak enak kalo dapetnya gratis terus hahaha..

Daging bebeknya lembut dan bumbunya kerasa banget. Bebek gorengnya disajikan dengan dua macam sambel, dan di atas nasi terdapat semacam kuah kari yang.. hmm.. nyam.. nyam pokoknya enak deh. Pilihan menunya banyak, ada bebek yang digoreng atau di bakar. Menu lainnya ada berbagai pilihan nasi goreng. Kalo aku sih.. tetep.. sukanya bebek goreng. Sempet si nyoba icip dari temen makan bebek yang di bakar, enak juga, bumbunya meresap banget dan yang pasti, gak amis.

Banyak yang bilang kalo makan di Begor Suryo nunggunya agak lama, tapi tadi enggak tuh, kami cuma nunggu 10 menit aja sampe pesanan kami datang. Padahal saat itu lagi rame-ramenya orang yang makan disana. Tapi.. ada tapinya juga neh, untuk bebek yang di bakar datangnya memang agak lama, gak tau juga kenapa kok bisa lama. ”Mungkin ke hutan dulu kali nyari kayu bakarnya..” celetuk temanku. Tadi ada juga yang mesan belut goreng, dan itu juga disajikan agak lama. Kami-kami yang pesen bebek goreng udah pada selesai makan, teman laen yang pesen bebek bakar dan belut goreng pesanannya belom datang. Sehingga ramelah suasana di tempat kami dengan berbagai macam celetukan, ”belutnya gak bisa ketangkep tuh, licin..,” ”lho.. pada gak tau yah, kalo masnya pergi ke sungai dulu nyari belut” he he he.. pokoknya rame deh.

Over all, RM Bebek Suryo te o pe be ge te deh.. alias TOP BANGET deh, dan kamu kudu cobain. Dijamin, kamu pasti suka..

Pengobatan Alternatif Terapi Sentel Kertas

Seminggu sebelum hari Sabtu tanggal 24 Mei aku dan suami sudah berniat untuk berangkat jam 6 pagi mengantar ayahku ke pengobatan alternatif itu agar dapat nomor awal biar ngantrinya gak kelamaan. Tapi niat tinggal niat, jum’at malam tgl 23 ada pengajian di rumahku dan pengajian itu baru selesai pukul satu dini hari, itupun masih dilanjutkan dengan obrolan soal pembentukan RW dan RT baru. Maklum, tempat aku tinggal merupakan perumahan baru, jadi baru saja terbentuk RW dan RT yang baru.

Sabtu pagi itu aku bangun karena kaget, hp ku berdering, setelah menjawab telepon aku merasa kepalaku berat banget, karna semalam tidurnya terlalu larut. Kulihat suamiku masih tertidur pulas, akupun kembali rebahan dan kembali kaget karna teringat mo ngantar ayah ke kelapa Gading untuk berobat. Dengan malas aku bangun, ternyata udah jam setengah 6 pagi. Tadinya niat mo berangkat jam 6 pagi akhirnya tertunda 1,5 jam, aku mesti nyiapin sarapan dulu sebelum berangkat.

Sesampainya di sana, masya Allah.. ternyata udah rame banget yang ngantri, padahal waktu itu waktu baru menunjukkan pukul 8.30 pagi, dan kami, aku, suami dan ayahku kebagian nomer 425-427. Dua kata yang hanya bisa terucap ketika menyaksikan pemandangan itu, ”luar biasa”. Bagaimana tidak, ratusan orang udah ngantri untuk bisa berobat di Pengobatan Alternatif Terapi Sentel Kertas yang terletak di Bukit Permata Gading, Jl. Bulevard no. 020 kelapa Gading, Jakarta Utara itu.

Lututku langsung lemas, ngebayangin nunggu giliran yang ke 400-an untuk bisa ketemu sang pengobat alternatif itu. Ini adalah kali ketiga kami kesini dan pengalaman sabtu dua minggu sebelumnya mengajarkan agar kami sebaiknya berangkat pagi2 banget kalo mau mendapatkan nomor awal. Maunya si gitu, tapi keadaan berbicara laen.

Dengan malas aku menunggu di mobil sambil terus memperhatikan orang-orang yang keluar masuk gedung tempat pengobatan itu, 1 jam serasa 1 hari. Akhirnya nomor kami di panggil tepat pukul setengah dua siang.

Sebenarnya cara pengobatannya cukup sederhana, diantara ibu jari kaki dan telunjuk diletakkan gulungan kertas putih lalu kertas itu disentil. Walaupun sentilannya hanya di kertas putih itu tapi rasanya seperti terkena sengatan listrik, sontak terkaget sekaligus sakit. Ini yang aku gak habis pikir, padahal beliau hanya menyentil kertas putih itu dan tidak mengenai anggota jari kaki yang laen, tapi rasa sakit yang muncul sangat luar biasa. Dari cerita-cerita yang aku dengar pada saat mengantri, sang alternatif yang bernama Soeharto ini ternyata punya kemampuan untuk mengobati orang turun temurun dari orang tuanya. Dan konon, seandainya dia langsung menyentil ke bagian tubuh tanpa melalui perantara kertas, maka si pasien pasti tak akan sanggup untuk untuk menahan rasa sakit yang ditimbulkan akibat sentilan itu.

Kemampuan lain dari bapak Soeharto ini adalah bahwa beliau langsung tau apa yg hendak kita keluhkan tanpa diberitau terlebih dahulu. Dan cara pengobatannya yang cukup sederhana ini yang membuat orang berduyun-duyun datang ke sana. Dari hasil wawancaranya di televisi swasta beberapa minggu yang lalu, dia mengatakan kalo sentilannya itu untuk melancarkan peredaran darah. Sebenarnya aku belum pernah nonton acara  itu.. ayah dan mamaku yang nonton acara pengobatan itu, trus karna tertarik ortuku segera berangkat dari Banda Aceh ke Jakarta untuk mencoba pengobatan alternatif itu.

Ayahku memang telah lama sakit, sebenarnya si kalo dilihat secara fisik beliau kelihatan sehat-sehat aja, tapi beliau gak bisa berdiri atau jalan terlalu lama. Paling jauh berjalan 200 meter, kalau gak segera duduk atau beristirahat ayah akan merasakan kakinya kebas (kesemutan) dan gak bisa digerakkan lagi. Hal ini udah dikeluhkan ayah sejak tahun 1999, soale dulu ayah pernah jatuh tapi sakit itu mulai dirasakan sejak tahun 1999 sampe sekarang. Dan udah segala pengobatan di coba ayah, mulai dari pengobatan dokter sampe pengobatan alternatif tapi gak ada satupun yang dirasa berhasil.

Sempat terbersit keinginan untuk berobat ke Penang, karna kata teman2 ayah banyak yang berhasil setelah melalui operasi di sana, namun setelah melihat pengobatan alternatif sentel kertas itu ayahku jadi tertarik untuk mencoba dulu pengobatan itu. Toh sesungguhnya Allah SWT tidak menurunkan penyakit kecuali disertai juga dengan obatnya. Mungkin melalui Bapak Soeharto ini Allah akan menyembuhkan ayahku... semoga..

Senin, Mei 26, 2008

Bros Cantik Itu

Lagi-lagi aku kehilangan… dan kali ini juga aku kehilangan benda yang sama, sebuah bros. Tapi kali ini kehilangan bros-ku yang ketiga. Bros cantik itu.. aku suka sekali, berbentuk seperti daun dengan warna dasarnya silver dan di atasnya terdapat hiasan berbentuk bunga berwarna biru.



Sebenarnya pagi itu aku dah punya firasat kalo bros cantikku yang satu itu akan hilang. Kenapa?? Karna sedari subuh aku hendak memakainya ke kantor, bros itu selalu saja terlepas (walaupun belom sempat jatuh), dan itu terjadi dua kali. Kali yang ketiga terjadi selepas shalat Ashar, waktu aku hendak memperbaiki jilbabku. Saat aku memasangnya, bros itu terlepas dari kaitnya. Padahal aku udah berusaha memasang kaitnya sebaik mungkin.

Dan aku sadar kalo si cantik itu benar-benar hilang saat aku ada di kereta hendak pulang ke Depok. Sesaat masih menunggu kereta di peron aku masih sempat meraba bros-ku itu, tapi begitu di dalam kereta udah gak ada hiks... :(

Aku mencari-cari di sekitar tempat duduk kalau-kalau bros itu terjatuh disana, tapi tetep gak ada. Akhirnya aku ikhlaskan saja hilangnnya bros itu (..dan memang aku harus ikhlas..) dan mengambil hikmah yang terjadi dari kehilangan bros itu agar aku semakin taat kepada Allah. Mungkin saja ketika aku memakainya ada sebersit riya dalam hatiku saat memakai bros cantik itu (masyaallah.. mudah2an aku selalu dijauhkan dari sifat sombong dan riya walau sekecil apapun).

Semua yang terjadi di alam ini memang sudah ada yang mengatur, yaitu Allah SWT, pencipta alam semesta. Hanya karena kehendak-Nyalah sesuatu bisa terjadi, karena, tidak ada satu daunpun yang gugur melainkan atas kehendak Allah dan telah tertulis di Lauh Mahfudz.

So.. siapapun yang menemukan bros itu, semoga kamu menjadi semakin cantik saat memakainya-:)